"Maafkan Ibu, Nak… Ibu belum bisa memberikan yang terbaik," bisik Bu Wahyuni lirih.
Di tengah hiruk-pikuk jalanan, di antara deru kendaraan dan panasnya aspal siang hari seorang ibu duduk memeluk anaknya yang tertidur lelap di gendongan. Anak itu masih kecil, mungkin belum genap satu tahun. Tubuh mungilnya terlelap karena kelelahan, menemani sang ibu yang sedari pagi menjajakan kerupuk keliling kota.

Tangan sang ibu perlahan mengusap keringat yang mengalir di wajahnya. Matanya sembab, tapi ia menahan air mata agar tidak jatuh. Ia harus kuat. Harus tetap berdiri, demi anak-anak yang menunggunya di rumah.

Bu Wahyuni, seorang ibu tangguh dengan empat orang anak, harus banting tulang setiap hari. Berjualan kerupuk keliling dari pagi hingga sore. Bukan karena ingin mengajak anaknya ikut, tapi karena tidak ada yang bisa mengurusnya di rumah. Suaminya sudah tiga tahun menghilang tanpa kabar dan tanpa nafkah. Sejak itu, ia berjuang seorang diri menafkahi keluarga kecilnya.

Mereka tinggal di kontrakan kecil dan sempit. Satu ruangan dihuni oleh enam orang: Bu Wahyuni, keempat anaknya, dan ibunya yang sudah lansia dan terbaring sakit. Hanya ada satu kasur tipis dan satu kamar mandi untuk mereka semua.

Suaminya telah pergi tanpa kabar selama 3 tahun. Kini, ia harus mengurus keempat anaknya dan ibunya yang sakit seorang diri.
Anak pertama dan kedua putus sekolah karena tak tega melihat sang ibu bekerja sendiri, dan juga karena tekanan dari lingkungan.
Anak ketiga, masih SD, mengalami gangguan pencernaan dan belum bisa berobat.
Sementara si bungsu, hanya minum air gula karena tak mampu membeli susu.
"Saya pernah ditangkap Satpol PP karena dibilang eksploitasi anak. Padahal mereka cuma ikut karena saya nggak punya pilihan," ucap Bu Wahyuni.

#SahabatBaik, Mari bantu keluarga Bu Wahyuni. Agar anak-anaknya bisa sekolah kembali. Agar si kecil tumbuh sehat dan cukup gizi.
Caranya mudah:
✨ Klik tombol "DONASI SEKARANG"
✨ Masukkan nominal donasi
✨ Pilih metode pembayaran:
Virtual Account (VA), Instant Wallet, Bank Transfer, QRIS, atau Kartu Kredit
Terima kasih, #SahabatBaik Dukunganmu hari ini bisa jadi jalan bagi Bu Wahyuni untuk terus bertahan, menghidupi keempat anaknya, dan menjadi pelita harapan di tengah keterbatasan.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Shafira Aulia Putri
2 bulan yang lalusemoga bu wahyuni dan keluarga selalu diberi kesehatan dan dilancarkan rejekinya, tetap semangat dan bahqgia selalu ya ibuu♡