“Dengan kondisi saya yang seperti ini, terkadang orang menganggap saya rendah. Saya pernah dibilang pengemis, padahal saya bekerja, mengeluarkan keringat hanya untuk makan saya dan istri di rumah,” lirih Kakek Sumadiyono.

Kakek Sumadiyono (61 tahun) harus menerima kenyataan pahit kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan saat bekerja sebagai sopir bus pada tahun 2002. Kecelakaan tersebut menyebabkan kakinya patah parah hingga akhirnya harus diamputasi. Namun kehilangan satu kaki tidak membuatnya menyerah untuk mencari nafkah.
Setiap hari, Kakek Sumadiyono berjuang sebagai tukang parkir di sebuah pertokoan. Dengan kondisi fisiknya yang terbatas, beliau harus menempuh perjalanan hingga 14 kilometer demi bisa bekerja. Sejak pagi hingga sore, Kakek berdiri mengatur kendaraan di depan toko dan klinik dengan penghasilan sekitar Rp30.000 per hari.
Sayangnya, perjuangan itu tidak selalu dihargai. Tak jarang beliau dipandang sebelah mata, bahkan pernah dianggap sebagai pengemis oleh orang yang tidak mengenalnya. Padahal, dari pekerjaan sederhana itulah Kakek berusaha menghidupi keluarganya dengan cara yang halal.
Di rumah, Kakek juga harus merawat istrinya yang sering sakit-sakitan. Sang istri bahkan pernah mengalami patah tulang akibat terjatuh di kamar mandi. Selain itu, Kakek masih memikul tanggung jawab membiayai anak-anaknya, terutama anak bungsunya yang masih duduk di bangku SMP.
Meski tubuhnya tidak lagi sempurna dan usia terus bertambah, Kakek Sumadiyono tetap tegar menjalani hidup. Dengan satu kaki dan sisa tenaga yang dimiliki, beliau terus berjuang demi keluarga tercinta.
#SahabatBaik, di tengah segala keterbatasannya, Kakek Sumadiyono tidak pernah menyerah untuk bekerja dan menafkahi keluarga. Mari ringankan perjuangan beliau agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Kebaikanmu hari ini dapat menjadi harapan bagi Kakek Sumadiyono dan keluarganya. ❤️
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa