Dengan suara bergetar, Mbah Aisyah berkata pelan, “Tolong… tolong beli dagangan saya…” Napasnya sesak, tubuhnya lemas karena belum makan seharian.

Di usianya yang ke-68 tahun, Mbah Aisyah hidup sebatang kara. Sejak suaminya meninggal, ia tinggal sendirian di sebuah kosan sempit dan pengap. Tidak ada keluarga yang menemani hari-harinya

Untuk bertahan hidup, Mbah Aisyah memilih berjualan srikaya di depan ruko pinggir jalan. Ia pantang mengemis, meski sering kali dagangannya tidak laku dan ia harus menahan lapar dari pagi hingga sore.
“Ini satu-satunya cara saya bertahan hidup. Saya nggak mau ngemis, meski kadang diusir dan harus pindah-pindah tempat jualan,” ucapnya perlahan.
Sesak napas yang kerap kambuh, tubuh yang semakin lemah, dan rasa kesepian menjadi bagian dari kehidupan yang setiap hari ia jalani. Namun Mbah Aisyah tetap bertahan, karena baginya, selama masih bisa berusaha, ia akan terus berjualan.
Di balik tubuh yang renta, tersimpan perjuangan yang tidak banyak orang lihat.
#SahabatBaik, mari bantu Mbah Aisyah agar bisa menjalani hidup yang lebih layak di usianya yang sudah senja. Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi beliau.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
2 minggu yang laluSehat selalu semoga segala rezekinya dilancarkan mbah…
Sahabat Baik
2 minggu yang lalu🙏
Sahabat Baik
2 minggu yang lalusedikit buat simbah
Sahabat Baik
2 minggu yang laluBismillah yaAllah jadikanlah sedekahku ini menjadi pembuka pintu rezeki untukku dan wasilah untuk hajatku agar bisa segera menikah aminn YRA