Usianya baru 8 tahun, namun rasa sakit yang harus ia tanggung jauh melampaui usianya. Anam, sejak lahir sudah divonis mengalami kelainan serius pada kakinya. Hari demi hari kondisinya justru semakin memburuk.

Setiap kali kambuh, Anam meringis menahan nyeri yang luar biasa. Kadang, dari kakinya keluar darah dan nanah. Di bagian pinggul, terlihat jelas ada pembengkakan hingga robek. Perbedaan antara kaki kanan dan kirinya begitu mencolok. Dokter pernah mengatakan, jika tidak segera ditangani, kakinya terancam diamputasi.

“Ibu, tolong Anam, kaki Anam sakit… Anam sudah nggak kuat lagi, Bu…” ucapnya lirih sambil menahan air mata.
Anam dan keluarganya kini tinggal di sebuah kamar kos sempit yang jauh dari kata layak. Sudah dua tahun Anam berhenti sekolah, bukan karena ia tak ingin belajar, tetapi karena rasa malu dan luka hatinya akibat sering dibully oleh teman-temannya. Di dalam dirinya, ada keinginan besar untuk bisa kembali bermain, belajar, dan hidup seperti anak-anak lainnya.

Ibu Nurul, sang ibu, bekerja dari pagi hingga larut malam. Namun belakangan, orderan yang ia harapkan semakin sepi. Hari-harinya diisi dengan kebingungan: dari mana lagi ia bisa mengumpulkan uang untuk membawa Anam berobat? Sudah dua bulan Anam tidak kontrol ke dokter karena benar-benar tidak ada biaya.

“Sabar ya, Nak… nanti kalau ibu sudah ada uang, kita berobat lagi ya demi kesembuhan Anam…” ucapnya sambil mengelus kepala sang anak.
Di balik kelelahan itu, Ibu Nurul memendam rasa takut yang mendalam. Ia tak ingin menjadi orang tua yang gagal. Ia ingin melihat Anam tumbuh, sembuh, dan kembali tersenyum tanpa rasa sakit.

Pak Asrori, ayah Anam, bekerja sebagai kuli bangunan di luar kota demi mencukupi kebutuhan keluarga. Saat tidak ada pekerjaan, ia menggantikan sang istri menjadi ojek online. Semua itu dilakukan demi satu tujuan: agar keluarganya tetap bisa bertahan.
Sejak sakit, Anam lebih sering mengurung diri. Ia takut menjadi bahan ejekan orang lain, padahal ia ingin bisa bermain dan pergi ke masjid seperti anak-anak seusianya.

#SahabatBaik, mungkinkah kita menjadi jawaban atas doa kecil Anam dan keluarganya? Mari bantu Anam mendapat penanganan medis yang layak dan terbebas dari ancaman amputasi. Sekecil apa pun bantuanmu, begitu berarti bagi masa depannya.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
May
3 minggu yang laluSemoga smua barokah dan dilancarkan smua urusan
Nida zulfa
3 minggu yang laluSemoga ade nya cepat sembuh dan semoga di lancarkan segala urusannya dan di kabulkan hajat nya amin
someone
3 minggu yang lalusemangat dek
Sahabat Baik
3 minggu yang laluSemoga makin banyak yang bantu ya adee, dan semoga cpt sembuh . Bahagia selalu 🤗