“Yang penting istri bisa makan… itu saja sudah cukup,” ucap Pak Rahman (69) lirih.
Setiap pagi dari pukul 07.00 hingga siang, Pak Rahman berjalan menyusuri jalanan mencari barang bekas. Dengan tubuh yang sudah renta, ia tetap memungut apa saja yang bisa dijual demi bertahan hidup.
Di rumah, istrinya terbaring karena stroke dan tidak bisa beraktivitas. Semua kebutuhan hidup kini bergantung sepenuhnya pada Pak Rahman. Namun penghasilannya sangat tidak menentu, dalam sebulan kadang hanya Rp50.000, paling besar pun tidak lebih dari Rp250.000.
Mereka memiliki tiga orang anak, namun sejak tahun 2018 tidak pernah datang menjenguk. Sejak istrinya sakit, Pak Rahman harus menjalani semuanya sendiri dalam kesunyian. Pernah suatu waktu, dengan harapan istrinya bisa sembuh, Pak Rahman membeli obat herbal seharga Rp250.000. Uang yang seharusnya cukup untuk makan berhari-hari justru hilang karena tertipu.

Di lingkungan tempat tinggalnya, ia juga sering mendapat hinaan karena pekerjaannya sebagai pemulung. Namun ia memilih diam dan tetap bekerja, karena yang ia pikirkan hanya bagaimana bisa membawa pulang sesuatu untuk istrinya.
Di usia senja, Pak Rahman masih harus memikul beban hidup sendirian demi merawat istrinya yang sakit.
#SahabatBaik, mari bantu Pak Rahman agar bisa terus merawat istrinya dan menjalani hidup dengan lebih layak.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa