“Jauh-jauh dari bapak itu, nanti tertular”
“Ih serem banget, ngeri liatnya”

Bapak Sodi (46 tahun) sebatang kara tinggal di rumah yang memprihatinkan dengan kondisi rumah yang seadanya.
Dihina dan direndahkan sudah sering di rasakan. Sejak lahir, Pak sodi memiliki penyakit kulit langka yang membuat seluruh tubuhnya dipenuhi dengan benjolan dari kepala hingga kaki.

Memiliki banyak benjolan di tubuh juga membuat Pak Sodi susah mendapat kerja. Orang-orang banyak yang malah jijik dan takut jika melihat pak sodi. Namun pak sodi tidak menyerah untuk mencari pekerjaan untuk Pak Sodi bisa bertahan hidup.
Sekarang pak sodi sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi hanya hidup sebatang kara, karena bapak dan ibu pak sodi sudah meninggalkan pak sodi duluan. Sebenarnya pak sodi masih mempunyai kerabat namun sudah tidak pernah peduli lagi ya.. Mungkin juga jijik mas melihat penyakit saya ini. “Cerita pak sodi”
Sebelumnya ibu pak sodi dulu juga menderita penyakit kulit yang sama, tidak kuat dengan penyakit yang dideritanya karena gatal dan juga sering ngilu ketika malam hari kena udara dingin dan akhir nya ibu saya meninggalkan saya terlebih dulu.

Hingga akhirnya Pak sodi mendapat pekerjaan sebagai pemberi makan ayam orang lain dengan upah 10rb/hari. Dari pekerjaan inilah Pak sodi bisa bertahan hidup hanya sekedar beli beras yang ia makan setiap harinya.

Yaa.. Cukup ngga cukup di cukupkan mas, namanya hidup di desa apalagi juga pelosok susah untuk cari kerja jadinya ya kerja seadanya.
Meski upah yang pak sodi dapat sangatlah pas-pasan, namun pak sodi sangat bersyukur karena beliau bisa beli beras agar tidak kelaparan. Meski harus makan tanpa lauk pun, pak sodi sudah sangat bersyukur.
Pernah suatu hari pak sodi tidak berangkat bekerja karena terbaring lemas belum makan dari 1hari yang lalu, karena sudah tidak ada lagi yang bisa di masak dan sudah tidak ada uang untuk membeli beras, Untungnya masih ada tetangga pak sodi yang masih peduli mau menjenguk pak sodi dan mengasih sepiring nasi untuk pak sodi makan. “Kalau ngga ada tetangga yang menjenguk saya ngga tau lagi mas gimana keadaan saya” Ujar pak sodi.

Setiap hari, pak sodi selalu berdoa agar beliau disembuhkan dari penyakitnya dan bisa seperti orang lain. Namun, keterbatasan biaya membuat pak sodi sulit mengumpulkan uang untuk cek kesehatan ke RS.
🤲 Yuk jadi alasan Pak Sodi tetap bertahan…
Bayangkan, saat orang lain menjauh karena takut dan jijik, Pak Sodi hanya ingin satu hal sederhana: hidup layaknya manusia pada umumnya.
Bukan meminta mewah. Bukan berharap banyak. Hanya ingin bisa makan dengan tenang, berobat, dan tak lagi menahan gatal serta nyeri seorang diri di rumah kecilnya yang nyaris roboh. 😔💔
Hari ini, kita bisa jadi tangan yang Allah kirim untuk Pak Sodi.
Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar untuk beliau bertahan hidup, membeli makanan, dan berikhtiar memeriksakan kesehatannya.
✨ Mari bantu Pak Sodi, agar beliau tak merasa sendirian menghadapi hidup sekeras ini.
📌 Klik donasi sekarang, berapapun bantuanmu sangat berarti untuk Pak Sodi.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
2 jam yang laludoakan saya sehat selalu dan dijauhkan dari segala penyakit aminn yaallah🤲
Sahabat Baik
12 jam yang lalusemoga diberi kemudahan, kelancaran, penyertaan dan kebijaksanaan, Amin
Sahabat Baik
17 jam yang laluSehat selalu pak.. maaf gak seberapa.. semoga penyakit bapak di angkat oleh Allah dan bahagia setelahnya.. amin...