Di tengah panas terik, debu jalanan, dan lalu lintas yang padat, seorang pria bernama Mas Hasan tetap berdiri tegak di pinggir lampu merah. Meski memiliki keterbatasan penglihatan sejak lahir, ia memilih untuk berjualan koran daripada meminta-minta.

“Kenapa nggak ngemis aja?” Ejekan itu sering didengar Mas Hasan. Namun, ia tak goyah. Dengan tekad kuat, ia terus menjajakan koran seharga Rp5.000 demi menghidupi dirinya dan istrinya yang juga tunanetra.

Dalam sehari, hanya 5–10 eksemplar yang laku. Bahkan, terkadang hanya satu atau tak laku sama sekali, apalagi saat hujan turun.
Saat penghasilan nihil, mereka terpaksa berutang pada tetangga untuk makan. Kadang, untuk menahan lapar, mereka hanya meminum air putih lebih banyak. Namun Mas Hasan tidak menyerah.

Suatu hari, saat tengah menawarkan koran, Mas Hasan tertabrak motor hingga tongkatnya patah. Di sisi lain, mereka tinggal di kos kecil yang sudah beberapa bulan menunggak. Jika tak segera dibayar, mereka terancam diusir.

Meski penghasilannya nyaris hanya cukup untuk makan, Mas Hasan tetap teguh ingin mencari nafkah yang halal. Istrinya yang juga tunanetra hanya bisa mendukung dari dalam kos-kosan karena keterbatasan yang sama.

Namun di balik kesulitan itu, Mas Hasan selalu bersyukur karena ia masih punya istri yang setia dan menjadi sumber semangat hidupnya.
#SahabatBaik, mari kita bantu meringankan beban hidup Mas Hasan dan istrinya agar mereka bisa hidup lebih layak dan terhindar dari ancaman pengusiran.
Caranya mudah:
✨ Klik tombol "DONASI SEKARANG"
✨ Masukkan nominal donasi
✨ Pilih metode pembayaran yang tersedia:
Virtual Account (VA), Instant Wallet, Bank Transfer, QRIS, atau Kartu Kredit
Terima kasih, #SahabatBaik

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Peonia donna ellard
1 bulan yang laluDoa kami semoga Tuhan menyertai & melindungi kedua suami istri hebat ini