Berikut versi yang lebih emosional dengan gaya yang selama ini kamu gunakan, mengalir ke samping dan membangun emosi secara bertahap.
“Mbah lebih baik jualan begini, nak... daripada harus meminta-minta.” — Mbah Yatmi.
Di usia senja, saat kebanyakan orang menikmati hari tua ditemani anak dan cucu, Mbah Yatmi justru harus bertahan hidup seorang diri. Tak ada keluarga yang menemani, tak ada tangan yang menggandeng. Yang ada hanya semangat seorang nenek tuna netra yang setiap hari masih berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal.
Sejak pagi hingga sore, Mbah Yatmi duduk di pinggir jalan menjajakan tomat, bawang, dan pisang. Sebelum berjualan, seorang tukang ojek langganan dengan tulus membantu mengantar dan menata dagangannya. Setelah itu, Mbah ditinggalkan sendiri menunggu pembeli datang, tanpa bisa melihat siapa yang menghampiri ataupun siapa yang pergi.
Setiap orang yang mendekat selalu disambut dengan harapan. Mbah hanya bisa mengandalkan suara langkah kaki dan percakapan untuk mengetahui ada calon pembeli di depannya. Namun sering kali, harapan itu berakhir dengan kekecewaan. Seharian duduk menunggu, dagangannya tak kunjung habis. Penghasilan yang dibawa pulang pun hanya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000, bahkan tak jarang pulang tanpa membawa uang sama sekali.
Yang lebih menyayat hati, keterbatasan penglihatan Mbah justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Pernah beberapa kali Mbah menerima uang palsu dari pembeli. Karena tak mampu melihat, beliau baru mengetahui setelah orang itu pergi. Uang yang dikiranya bisa dipakai membeli makan, ternyata hanyalah selembar kertas yang tak bernilai.
Bayangkan... seorang nenek yang tak bisa melihat, memilih tetap berjualan daripada mengulurkan tangan meminta belas kasihan. Di bawah panas matahari, di tengah debu jalanan, beliau mempertahankan harga dirinya meski tubuhnya semakin renta dan tenaga tak lagi sekuat dulu.
Di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan dan istirahat, Mbah Yatmi justru masih harus mempertaruhkan tenaga demi bisa makan hari itu. Tak ada tempat bersandar, tak ada keluarga yang menemani. Hanya doa dan harapan agar masih ada orang baik yang mau membeli dagangannya.
#OrangBaik, bagaimana jika nenek kita berada di posisi Mbah Yatmi? Seorang lansia tuna netra yang tetap memilih bekerja dengan jujur meski berkali-kali ditipu dan hidup dalam keterbatasan.
Maukah kamu membantu Mbah Yatmi agar bisa menjalani hari tuanya dengan lebih layak? 🤲💛 Karena sedikit bantuan darimu bisa menjadi harapan besar bagi seorang nenek yang tak pernah menyerah meski dunia tak lagi bisa ia lihat.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Hmba allah
1 jam yang laluSemoga bermanfaat
Paullivia Chen
1 jam yang laluSehat sehat ya nekk
Hhd
8 jam yang laluJfjd
Sahabat Baik
9 jam yang laluNenek tetap semangat ya❤️ Doanya, nenek & aku sekeluarga diberikan kesehatan. Amin