Bayangkan, setiap kali hendak menunaikan shalat, kita membutuhkan air untuk berwudhu. Namun, bagaimana jika tempat wudhu dan toilet yang seharusnya menjadi fasilitas dasar masjid justru rusak dan tidak lagi layak digunakan?
Kondisi seperti inilah yang masih dirasakan warga Rantau Bintang, Aceh Tamiang.
Namanya Masjid Idztihadiah. Masjid ini menjadi salah satu pusat ibadah bagi sekitar 70 kepala keluarga atau kurang lebih 250 jiwa di Rantau Bintang. Di tempat inilah warga menunaikan shalat, shalat Jumat, mengaji, dan menjalankan berbagai kegiatan keagamaan.

Ketika banjir bandang menerjang Aceh Tamiang akhir tahun lalu, bangunan utama masjid masih dapat berdiri. Namun, berbagai fasilitas penunjangnya mengalami kerusakan cukup parah, terutama toilet, tempat wudhu, dan sumber air bersih.
Toilet laki-laki kini sudah tidak dapat digunakan. Lantainya dipenuhi lumpur kering sisa banjir, atapnya roboh, pintunya rusak, sementara dindingnya kotor dan mengalami keretakan. Bak penampungan air pun sudah tidak layak digunakan.

Kondisi toilet perempuan tidak jauh berbeda. Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat untuk bersuci dan memenuhi kebutuhan jamaah tersebut juga belum dapat digunakan dengan baik.
Tempat wudhu pun mengalami kerusakan. Sebagian dinding di bagian depan sudah roboh, beberapa kran patah, sementara keramiknya kotor, berkerak, dan retak.
Yang tidak kalah memprihatinkan adalah salah satu sumur masjid yang menjadi sumber air utama justru tertimbun lumpur akibat banjir. Kedalaman sumur kini hampir sejajar dengan permukaan tanah sehingga air tidak lagi keluar seperti sebelumnya.
Padahal, sumur tersebut memiliki peran penting bagi warga sekitar. Saat banjir bandang melanda, air dari sumur menjadi salah satu sumber yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Karena kebutuhan air begitu besar, warga pun berusaha mencari solusi dengan patungan dan menggali sumur baru di dekat sumur lama. Namun, air yang didapat ternyata masih belum mencukupi kebutuhan mereka.
Warga sudah berusaha semampu mereka. Kini, giliran kita untuk membantu.
Perbaikan toilet, tempat wudhu, dan sumber air bersih bukan sekadar memperbaiki bangunan. Fasilitas tersebut merupakan kebutuhan dasar agar jamaah dapat bersuci dan menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
#TemanExplore, mari bersama-sama bantu pulihkan fasilitas Masjid Idztihadiah.
Dengan sedekah yang kita sisihkan, insyaAllah kita dapat membantu memperbaiki toilet, membangun kembali tempat wudhu yang layak, serta menghadirkan sumber air bersih yang dapat digunakan oleh jamaah.
Tak harus menunggu memiliki banyak. Mulai dari Rp50.000, kita sudah bisa ikut mengambil bagian dalam kebaikan ini.
Bayangkan, ketika seorang jamaah berwudhu dengan air yang kita bantu hadirkan, kemudian menunaikan shalat di masjid tersebut, insyaAllah ada pahala kebaikan yang terus mengalir dari manfaat yang kita berikan.

#SahabatBaik, yuk hadirkan kembali kenyamanan untuk beribadah dan jadikan sedekah kita sebagai amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan.
Mari bersama-sama bantu Masjid Idztihadiah kembali memiliki tempat wudhu, toilet, dan sumber air bersih yang layak.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa