Usianya sudah 80 tahun. Sejak istrinya meninggal satu tahun lalu, Mbah Sutiman hidup tanpa anak kandung, hanya ditemani cucu tiri yang juga serba kekurangan.

Kini, kedua kakinya membengkak besar, semakin parah hingga mengeluarkan air. Untuk sekadar berdiri pun sulit, berjalan apalagi.
Setiap kali ingin ke kamar mandi, cucu tirinya harus menuntun atau bahkan menggendong beliau.

Mbah Sutiman tinggal di rumah sederhana yang bahkan bukan miliknya sendiri hanya menumpang di tanah orang. Kehidupannya serba terbatas, makan pun sering seadanya.

Yang lebih menyedihkan, beliau tidak mampu berobat. Padahal rasa sakit di kakinya makin hari makin perih dan membuat tubuhnya semakin lemah.
Meski begitu, Mbah Sutiman tetap sabar dan tidak pernah mengeluh. Dengan suara lirih beliau berkata “Asal masih bisa bernapas, saya syukuri, Nak.”

🤲 #SahabatBaik, mari bantu Mbah Sutiman. Di usianya yang renta, beliau tidak seharusnya menanggung penderitaan ini sendirian. Dukunganmu sangat berarti untuk biaya berobat, kebutuhan sehari-hari, dan tempat tinggal yang lebih layak.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Reggi faksi ginanda
1 hari yang laluSemoga menjadi amal jariah sekeluarga
Yanfa ainani
1 hari yang lalusemoga mbahnya sehat selalu
hamba allah
2 hari yang lalusemoga lekas sembuh ya kek, aminnn
Sahabat Baik
2 hari yang lalusemoga sehat selalu