“Saya sering diremehkan, Mas. Banyak yang menjauh karena penyakit ini. Tapi saya tetap harus bekerja, karena keluarga saya harus makan,” ucap Mbah Sular lirih.

Sejak lahir, hidup Mbah Sular (65 tahun) tak pernah lepas dari ujian. Ia hidup dengan tumor yang tumbuh di wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Mbah pernah menjalani operasi dengan harapan bisa sembuh, namun benjolan lain justru kembali muncul. Kondisi tersebut membuatnya kerap mendapat tatapan sinis, dijauhi, bahkan diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Sular tetap berjuang demi keluarganya. Ia memiliki istri dan dua orang anak. Mirisnya, salah satu anaknya juga pernah mengalami tumor serupa dan harus menjalani operasi hingga tiga kali dengan biaya yang ditanggung sendiri oleh keluarga.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Sular mencari barang bekas di tempat sampah dan sepanjang jalan. Botol plastik, kaleng, kardus, hingga barang rongsokan lainnya ia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk dijual ke pengepul setiap minggu.
Namun hasil yang diperoleh sangatlah kecil. Dalam seminggu, Mbah hanya bisa mendapatkan sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 jika beruntung. Sering kali barang yang terkumpul sedikit, sehingga penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di saat-saat seperti itu, Mbah dan keluarganya terpaksa hidup serba kekurangan dan menahan lapar.

Kondisi fisiknya pun semakin menurun. Benjolan yang tumbuh di tubuhnya sering membuat aktivitas sehari-hari terasa berat. Namun di usia yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Mbah Sular masih harus berkeliling mencari rongsokan demi bisa membawa pulang sedikit uang untuk keluarganya.
#SahabatBaik, Mbah Sular terus berjuang di tengah sakit, keterbatasan, dan penghasilan yang tidak menentu. Mari ringankan beban perjuangannya agar beliau dan keluarganya dapat menjalani hidup dengan lebih layak. Kebaikanmu hari ini dapat menjadi harapan baru bagi Mbah Sular dan keluarganya. ❤️
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Ana
13 jam yang laluMbah gak seberapa tapi saya berharap ada orang yang ngeliat dan membantu Abah lebih dari aku