“Semoga ada rezeki yang barokah, yang halal... semoga saya diparingi selamat... Aamiin.” Itulah doa yang tak pernah putus dipanjatkan Mbah Ngadiman setiap selesai salat.
Di usia 73 tahun, saat banyak orang mulai menikmati masa tua dengan beristirahat di rumah, Mbah Ngadiman justru masih harus menuntun sepeda tuanya puluhan kilometer demi mencari nafkah. Di bagian belakang sepeda itu tergantung sapu lidi, kemoceng, dan berbagai alat kebersihan yang beliau jajakan dari desa hingga ke kota.
Dulu, Mbah masih sanggup mengayuh sepeda tuanya. Namun kini tubuhnya sudah tak sekuat dulu. Tangan dan kakinya sering gemetar tiba-tiba. Beliau takut terjatuh jika tetap memaksakan diri menggowes. Akhirnya, sepeda yang dulu dikayuh kini hanya bisa dituntun perlahan, selangkah demi selangkah.
Meski begitu, Mbah tak pernah menyerah. Puluhan kilometer tetap ditempuh setiap hari dengan harapan bisa membawa pulang sekitar Rp40.000. Jumlah yang harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama sang istri, karena hingga kini mereka hanya hidup berdua tanpa kehadiran seorang anak.
Namun harapan itu tak selalu menjadi kenyataan.
Sering kali seharian berkeliling, dagangan Mbah tak kunjung laku. Matahari yang menyengat harus beliau hadapi, begitu pula hujan yang turun tanpa aba-aba.
“Paling kendala kalau hujan. Saya sudah nggak kuat lari, jadi pasti baju basah semua. Nggak apa-apa... namanya cari rezeki, Insya Allah malah berkah.” ucap Mbah dengan senyum yang dipaksakan.
Kalau rasa lelah mulai tak tertahankan dan tangan serta kakinya gemetar hebat, Mbah akan menepi di pinggir jalan. Beliau duduk sejenak, hanya ditemani sebotol air putih untuk mengganjal dahaga. Sambil memandangi orang-orang yang lalu lalang, Mbah terus berharap... semoga ada yang berhenti membeli dagangannya.
Begitulah hari-hari Mbah Ngadiman berlalu. Berangkat sejak pagi, berjalan tanpa lelah, lalu pulang saat langit mulai gelap. Semua dilakukan demi membawa pulang rezeki yang halal, meski tubuh renta itu sudah berkali-kali meminta untuk beristirahat.
#OrangBaik, di usia yang seharusnya dipenuhi ketenangan, Mbah Ngadiman masih harus menantang panas, hujan, dan rasa lelah demi bertahan hidup. Maukah kamu membantu meringankan perjuangan beliau?
Sedikit bantuan darimu bisa menjadi makanan bergizi, modal usaha, dan harapan baru bagi Mbah Ngadiman untuk menjalani sisa hidupnya dengan lebih layak. 🤲💛
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
3 hari yang laluSemoga kakeknyaa sehat selalu, tolong diperhatikan yaa
Tri Anggraini
3 hari yang laluIya allah semoga hamba bisa capai target produk fokus sebanyak mungkin di bulan agustua ini agar enggak kena denda dan dapat gaji yang berlimpah, berilah selalu kesehatan untuk mamak hamba iya allah aamiin
Made Rama Kartika
3 hari yang laluSemoga bermanfaat ya kek, semoga bisa diterima dengan baik buat kakeknya
hamba allah
3 hari yang lalumaaf sedikit