Dengan tubuh yang semakin renta, punggung membungkuk, dan kaki yang sering terasa nyeri, Abah membawa beberapa sisir pisang dari satu tempat ke tempat lain. Ia berharap ada yang membeli dagangannya agar bisa membawa pulang uang untuk makan dan membeli kebutuhan sang istri. Namun sering kali, Abah harus pulang dengan pisang yang masih utuh karena seharian tak menemukan pembeli.

Di rumah, istrinya hanya bisa terbaring karena mengalami kelumpuhan. Tubuhnya membengkak dan kondisinya semakin melemah. Sebagai suami, Abah ingin sekali membawa istrinya berobat agar rasa sakitnya berkurang. Namun penghasilan dari berjualan pisang bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Meski usia terus bertambah dan tenaganya semakin berkurang, Abah tidak pernah menyerah. Demi orang yang paling ia cintai, beliau tetap memaksakan diri berjalan dari pagi hingga sore, berharap masih ada rezeki yang bisa dibawa pulang.
Di masa senja yang seharusnya menjadi waktu beristirahat, Abah Muktadir justru harus memikul beban yang begitu berat. Ia hanya ingin istrinya mendapatkan perawatan yang layak dan mereka bisa menjalani hari tua tanpa dihantui kekhawatiran akan biaya hidup.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Abah Muktadir. Kebaikan yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan dan perawatan sang istri, serta menjadi harapan agar mereka dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang dan layak.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa