Di senja usianya, ketika tenaga kian melemah dan penglihatan tak lagi seterang dulu, Kakek Hasan masih menjalani hari-hari seorang diri.

Sejak pagi buta hingga matahari hampir tenggelam, ia menapaki jalanan dengan langkah tertatih, bertumpu pada tongkat dan insting, demi mengais botol-botol bekas yang berserakan.

Tak ada yang ia bawa selain tekad dan harapan sederhana untuk bisa bertahan hidup. Namun sering kali, setelah seharian berkeliling, hasil yang ia kumpulkan hanya beberapa botol lusuh dengan nilai tak lebih dari Rp1.000. Jumlah yang bahkan nyaris tak cukup untuk sekadar mengganjal perut.

Pernah suatu hari, lelah dan lapar bertumpuk menjadi satu. Kakek Hasan berhenti di tepi jalan, duduk terdiam, lalu air matanya jatuh. Bukan karena ia lemah, tetapi karena seharian berjuang, nyaris tak ada hasil yang bisa ia bawa pulang.
Di balik tubuh renta itu, tersimpan kisah perjuangan sunyi seorang kakek yang tetap bertahan, meski hidup tak pernah benar-benar berpihak.
#kawanaksi, yuk bantu Kakek Hasan agar bisa hidup lebih layak.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa