“Kalau Abah tidak jualan, besok makan pakai apa…” ucap Abah Safuan pelan sambil menggenggam koper tua berisi mainan dagangannya.
Setiap hari, Abah Safuan berjalan kaki lebih dari 5 kilometer menawarkan mainan dari satu tempat ke tempat lain. Di usianya yang sudah renta, dengan kaki yang sering terasa sakit, Abah tetap berjualan hingga malam demi bisa bertahan hidup.

Sejak istrinya meninggal dunia, Abah hidup seorang diri tanpa ada yang menemani. Penghasilannya pun sangat tidak menentu. Dalam sehari, Abah paling banyak hanya membawa pulang sekitar Rp5.000, bahkan sering kali dagangannya tidak laku sama sekali.

Meski hidup serba kekurangan, Abah tetap bersyukur jika masih bisa makan nasi seadanya. Namun kondisi fisiknya semakin melemah. Kakinya sering nyeri dan membuatnya kesulitan berjalan jauh. Meski begitu, Abah tetap memaksakan diri karena berjualan adalah satu-satunya sumber penghasilan yang ia miliki.

Sering kali Abah harus menahan lapar hingga malam. Bahkan beliau rela jika mainannya ditawar dengan harga sangat murah, asalkan bisa membawa pulang sedikit uang untuk membeli makan.
Kini Abah tinggal di kontrakan sederhana yang kondisinya sangat terbatas. Tidak ada kamar yang layak untuk beristirahat. Setiap malam, Abah hanya tidur di kursi kayu yang ada di dalam kontrakannya sambil berharap esok masih diberi kesehatan untuk kembali mencari nafkah

Di usia senja yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Abah Safuan masih harus berjuang seorang diri melawan kerasnya kehidupan.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Abah Safuan. Kebaikanmu hari ini dapat membantu beliau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menjalani masa tua dengan lebih layak.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa