Di usia 75 tahun, Mbah Kasmi masih harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bertahun-tahun lalu, kecelakaan tabrak lari membuat satu kakinya harus diamputasi. Sejak saat itu, aktivitasnya menjadi sangat terbatas.

Setiap pagi, Mbah Kasmi keluar rumah dengan alat bantu sederhana untuk berjualan kerupuk dari satu tempat ke tempat lain. Bukan karena masih kuat, tetapi karena jika tidak berjualan, ia tidak memiliki uang untuk makan hari itu.

Mbah Kasmi tinggal sendiri di rumah peninggalan suaminya yang telah lama meninggal dunia. Setelah seharian berjualan, ia pulang dengan kondisi tubuh yang lelah dan sering menahan nyeri pada kakinya. Malam hari dilaluinya dengan beristirahat di atas karpet tipis yang tidak mampu menahan dinginnya lantai.

Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Kasmi dikenal tetap memiliki hati yang baik. Ia masih sering berbagi dengan tetangga yang juga membutuhkan, meski dirinya sendiri kerap menahan lapar.

Kini, di usia senja dan kondisi fisik yang semakin lemah, Mbah Kasmi masih harus berjuang sendirian untuk bertahan hidup.
#SahabatBaik, mari bersama membantu meringankan beban Mbah Kasmi, agar beliau dapat menjalani masa tua dengan lebih layak dan tidak lagi berjuang seorang diri.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Anisah nur jannah
7 jam yang laluSemoga ibu nya sehat bahagia selalu dan panjang umur. Diberikan banyak rejeki yang berkah barokah aamiin 🤲