"Di dalam rumah sempit yang lapuk dan hampir roboh, Mbah Ladi bersujud dalam hening. Meski tubuhnya tak lagi memiliki jari tangan dan jari kaki, beliau tak pernah melepaskan genggaman imannya kepada Sang Pencipta..."

Di sebuah gubuk kecil yang sangat sempit, Mbah Ladi menghabiskan masa senjanya seorang diri. Beliau adalah seorang lansia sebatang kara—tak ada anak, istri, maupun sanak saudara yang mendampingi dan merawat hari-harinya.

Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan. Dinding-dindingnya lapuk, atapnya bocor di mana-mana, dan tiang penyangganya kian miring. Rumah itu sudah hampir roboh dan sangat berbahaya untuk ditempati. Namun, Mbah Ladi tak punya pilihan lain selain bertahan di sana dari teriknya matahari dan dinginnya angin malam.

Yang paling mengiris hati sekaligus memantik rasa kagum adalah kondisi fisik Mbah Ladi. Beliau sudah tidak memiliki jari-jari tangan maupun jari-jari kaki.
Di tengah keterbatasan fisik yang begitu berat, Mbah Ladi menolak untuk menyerah pada keadaan. Dengan sisa jemari dan telapak tangannya, Mbah masih berusaha memasak sendiri makanan sederhananya dengan sangat telaten.

Mbah Ladi sudah tak lagi mampu bekerja mencari nafkah. Untuk bertahan hidup sehari-hari, Mbah sepenuhnya mengandalkan pemberian dan belas kasih dari orang lain atau tetangga sekitar.

Jika ada tetangga baik hati yang memberi beras atau bahan makanan, Mbah akan memasaknya sendiri perlahan-lahan. Namun jika tak ada yang memberi, Mbah hanya bisa menahan lapar di dalam rumahnya yang gelap dan sepi.
Mbah Ladi adalah lansia sebatang kara tanpa jari tangan dan kaki yang berjuang hidup di rumah sempit dan hampir roboh. Meski fisiknya amat terbatas, beliau tetap mandiri dan tak pernah meninggalkan salat.
#SahabatBaik, Mari wujudkan kehidupan yang semestinya untuk mbah ladi.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa