Di usia yang tak lagi muda, Mbah Mujimah masih memikul tanggung jawab besar sebagai perawat sekaligus tulang punggung keluarga. Sang suami mengalami lumpuh saraf dan kini hanya bisa terbaring lemah.

Setiap sore, mulai pukul 3 hingga menjelang maghrib, beliau mendorong gerobak lontong menyusuri jalan demi jalan, berharap ada pembeli yang datang agar bisa membawa pulang uang untuk makan dan kebutuhan sang suami.

Perjuangan itu bukan hal yang mudah. Saat melewati jalan menanjak, Mbah harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorong gerobak. Langkahnya semakin pelan, napasnya tersengal, namun beliau tetap bertahan karena hanya itulah satu-satunya sumber penghasilan yang mereka miliki.

Kini usia dan kondisi fisik Mbah semakin melemah. Beliau tak pernah tahu sampai kapan tubuhnya masih sanggup bekerja sekaligus merawat suami tercinta. Namun selama masih ada tenaga yang tersisa, Mbah akan terus berjuang demi orang yang paling ia sayangi.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Mbah Mujimah. Bantuan yang diberikan akan membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya perawatan sang suami, serta memberikan harapan agar mereka dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang dan layak. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi Mbah Mujimah dan suaminya.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa