“Kalau Mbah nggak jualan, Mbah makan apa, Nak? Selagi masih kuat berjalan, Mbah akan tetap ke pasar,” ucap Mbah Sarmi (75) dengan suara lirih.
Di usia 75 tahun, Mbah Sarmi harus menjalani hari-harinya seorang diri setelah suaminya meninggal dunia 10 tahun lalu. Tanpa anak maupun keluarga yang mendampingi, beliau tetap berjuang mencari nafkah dengan menjual daun pisang demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Setiap pagi, Mbah memetik sendiri daun pisang di sekitar rumahnya. Dengan tenaga yang semakin terbatas, beliau membersihkan lalu membawanya ke pasar untuk dijual. Harga satu lembar daun pisang hanya Rp1.500 hingga Rp2.000, namun murahnya harga tidak membuat dagangannya mudah laku. Dalam sehari, Mbah sering hanya menjual dua atau tiga lembar, bahkan tak jarang pulang tanpa membawa hasil sama sekali.

Saat dagangan tak kunjung terjual, Mbah hanya bisa duduk termenung di sudut pasar. Beliau melihat pedagang lain sibuk melayani pembeli, sementara daun pisang miliknya tetap tersusun rapi tanpa ada yang melirik. Uang yang didapat pun sering kali hanya cukup untuk membeli sepiring nasi putih tanpa lauk.

Sepulang dari pasar, Mbah kembali ke rumah sederhana yang ditempatinya seorang diri. Tak ada keluarga yang menyambut atau menanyakan apakah beliau sudah makan. Dalam kesunyian itu, Mbah tetap bertahan karena ia tahu, jika berhenti berjualan, tak ada lagi penghasilan untuk menyambung hidup.

Di usia senja yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Mbah Sarmi masih harus berjuang demi sesuap nasi. Meski hidup dalam keterbatasan, beliau tidak pernah mengeluh dan tetap bersyukur atas setiap rezeki yang datang.

#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Mbah Sarmi. Kebaikan yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari agar Mbah tidak lagi menahan lapar dan dapat menjalani masa tuanya dengan lebih tenang, layak, dan penuh harapan.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
2 jam yang lalusemangat ibu
tara
6 jam yang lalusemoga bermanfaat
Sahabat Baik
6 jam yang lalusemoga rezeki yg saya berikan bisa berguna,Tuhan memberkati