“Kalau tidak ada yang datang, saya makan apa hari ini…” ucap Mbah Sarsi pelan.
Di usia senjanya, Mbah Sarsi hidup sendirian di sebuah gubuk yang kondisinya sudah sangat rapuh. Sejak suaminya meninggal dunia, ia tidak lagi memiliki tempat bergantung. Hari-harinya dihabiskan dalam kesunyian, tanpa ada yang merawat.

Di usia senjanya, Mbah Sarsi hidup sendirian di sebuah gubuk yang kondisinya sudah sangat rapuh. Sejak suaminya meninggal dunia, ia tidak lagi memiliki tempat bergantung. Hari-harinya dihabiskan dalam kesunyian, tanpa ada yang merawat.

Mbah Sarsi sudah tidak kuat bekerja. Setiap hari ia hanya duduk di depan rumah, berharap ada tetangga yang datang membawa makanan. Jika tidak ada, ia mengandalkan beras bantuan yang jumlahnya terbatas. Kadang dimasak menjadi bubur, kadang ia harus menahan lapar.

Rumah yang ia tempati pun sudah tidak layak. Atapnya bocor dan dindingnya mulai miring. Setiap malam, rasa khawatir selalu datang, terutama saat hujan turun dan angin kencang menerpa.

Anak-anaknya sudah berkeluarga dan hidup dalam keterbatasan. Mereka hanya sesekali datang, selebihnya Mbah Sarsi kembali menjalani hari-hari sendirian tanpa kepastian.
Di usia yang seharusnya bisa beristirahat dengan tenang, Mbah Sarsi justru harus menghadapi hari-hari penuh kekurangan.
#SahabatBaik, mari bantu Mbah Sarsi agar bisa makan dengan layak dan memiliki tempat tinggal yang lebih aman di masa tuanya.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa