“Kalau Mbah nggak jualan, Mbah makan apa, Nak? Selagi masih kuat jalan, Mbah akan tetap berusaha,” ucap Mbah Siyo (80-an) lirih.
Di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Mbah Siyo justru menjalani hari-harinya seorang diri. Beliau hidup sebatang kara tanpa istri, anak, maupun keluarga yang merawat. Dengan tubuh yang semakin renta, Mbah tetap berusaha mencari nafkah demi bertahan hidup.
Setiap hari, Mbah membantu menjualkan cilok milik tetangganya dengan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Dari setiap bungkus cilok yang terjual, beliau hanya mendapatkan upah Rp1.000. Nominal yang sangat kecil, tetapi itulah satu-satunya penghasilan yang bisa diandalkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Saat dagangan sepi, Mbah mengandalkan kebun kecil di belakang rumahnya. Dengan tangan yang mulai gemetar dan tenaga yang semakin berkurang, beliau menanam cabai dan sayuran untuk dimakan sendiri. Hasil kebun itu sering menjadi penyelamat ketika tidak ada uang untuk membeli makanan.
Cobaan Mbah tidak berhenti di situ. Karena hidup seorang diri dan sudah lanjut usia, beliau beberapa kali menjadi korban penipuan. Orang yang berpura-pura menjual obat maupun jamu memanfaatkan kepolosannya, hingga uang hasil jerih payah berjualan habis untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Kondisi rumah Mbah Siyo pun sangat memprihatinkan. Dinding rumah masih terbuat dari anyaman bambu yang sudah lapuk dan berlubang di banyak bagian. Saat hujan turun disertai angin kencang, Mbah hanya bisa berharap rumahnya tetap berdiri dan tidak roboh. Di rumah sederhana itulah beliau menjalani masa tua dalam kesendirian dan penuh keterbatasan.
Meski hidup serba kekurangan, Mbah Siyo tidak pernah menyerah ataupun meminta-minta. Selama masih memiliki tenaga, beliau memilih bekerja dengan jujur demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Mbah Siyo. Kebaikan yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memperbaiki tempat tinggalnya yang sudah tidak layak, serta menghadirkan harapan agar Mbah dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang, aman, dan bermartabat.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa